Rabu, 26 Februari 2014

BAGAIMANA MENAMBA PENGETAHUAN UNTUK LEBIH MENDALAM LAGI TENTANG FILSAFAT HINDU MASA KINI.





FILSAFAT HINDU MASA KINI

v  Kronologi Perkembangan Peristiwa dan Pemikir Hindu/India

Tahun (B.C)
Peristiwa dan Pemikir
2500  - 1500
Peradaban Indus
1500 - 1000
Awal Mula Veda, bahasa Sansekerta di India: Rig Veda, Artharva Veda
1200 - 800
Yayur Veda dan Sama Veda: Perang Mahabharata
800 - 400
Upanishad awal (Brihadaranyaka, Chandogya, Taittiriya); Epos Mahabharata
600 - 400
Perkembangan Jainisme, (Mahavira); awal mula Buddhisme (Buddha); Ramayana (bentuk lisan).
500 - 300
India di bawah Chandra Gupta dan Askhoka; uraian-uraian tertulis tentang dharma, artha, kama; Yoga Sutra Patanjali, Vedanta Sutra; Samkhya awal
300 – 300 A.D.
Perkembangan sistem-sistem besar Filsafat India: Samkhya, Yoga, Mimamsa, Vedanta, Nyaya, Vaisheshika, Jainisme, Buddhisme dan Carvaka
300 - 800
Periode komentar-komentar besar terhadap sistem filosofis yang bermacam-macam; Guadapada (500-an); Shankara (700-an); permulaan Islam (612)
1000 - 1500
India di bawah pengaruh kekuasaan muslim: Ibn Sina (981-1037); Al Ghazali (1059-1111); Ibn Arabi (1165-1240); Perkembangan Filsafat Theistis dari Vaishnavisme dan Shaivisme Ramanuja (1100-an); Madhva (1200-an); Kabir (1440-1518)
1500 - 1700
Guru Nanak (1449-1538), pendiri Sikhisme; Akbar (1556-1605); Shaikh Ahmad (1564-1624)
1700 - 1900
Kolonisasi di bawah kekuasaan Barat; Ram Mohun Roy (1772-1833), pendiri masyarakat Brahmo; Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri masyarakat Arya; Ramakrishna (1836-1886)
1850 -2000
R. Tagore (1861-1941); Gandhi (1869-1948); Aurobindo Ghose 1872-1950); Mohammad Iqbal (1877-1938); Sarvepalli Radhakrishnan (1888-1975); Kemerdekaan India (1947).

 v  POKOK-POKOK DOMINAN DALAM FILSAFAT HINDU/INDIA:
o   Sejak awal, dalam refleksi resi Veda (pemikir/filsuf Weda) pada ribuan tahun lalu hingga kini, Filsafat Hindia menghadirkan sebuah kekayaan yang luar biasa.
o   Hal itu disertai pula dengan KERUMITAN dan KERAGAMAN pandangannya.
o   Hal ini menyebabkan sangat sulit meringkaskan filsafat India melalui sebuah generalisasi yang sederhana.
o   Meski demikian, dalam KONTEKS MODERN filsafat India ini dapat dikenal berdasarkan corak-corak tertentu yang dominan pada pemikiran yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

A.    Karakter Praktis:
o   Selain kekayaan dan keluasan pengertian, corak pemikiran India yang paling menarik perhatian adalah karakternya yang praktis.
o   Sejak awal, upaya para bijak India adalah berupaya untuk memperbaiki hidup.
o   Ketika dikonfrontasikan dengan penderitaan fisik, mental dan rohani, mereka berupaya untuk memhami posisi manusia dalam alam semesta agar dapat menghapus penderitaan itu.
o   Ada dua pendekatan yang berbeda secara mendasar terhadap problem penderitaan
o   Kedua pendekatan itu mengakui bahwa penderitaan merupakan akibat dari jurang antara SIAPA DIRINYA dan APA YANG DIA MILIKI; antara SEPERTI APA DIA INGIN MENJADI dan APA YANG IA INGIN MILIKI.
o   Jika tidak ada perbedaan antara SIAPA DIRINYA dan APA YANG DIA MILIKI; antara SEPERTI APA DIA INGIN MENJADI dan APA YANG DIA INGIN MILIKI, maka Tidak akan Ada Penderitaan.
o   NAMUN, ketika ada pembedaan itu, maka penderitaan tak terelakkan karena kerinduan seorang tidak terpuaskan.
o   Pemecahan untuk persoalan itu tampak Jelas, yaitu APA YANG ADA dan APA YANG DIINGINKAN HARUS DIBUAT IDENTIK.

B.     Disiplin Diri
o   BAGAIMANA HAL DI ATAS DAPAT DICAPAI?
o   Pendekatan untuk mencapainya adalah MENCOBA MENCAPAI APA YANG DIINGINKAN.
o   CONTOH: (1) Pribadi yang MENGINGINKAN KEKAYAAN MENCOBA MENUMPUK KEKAYAAN. (2) Pribadi yang INGIN TIDAK MATI AKAN MENDUKUNG RISET MEDIS DAN TEKNOLOGIS yang menjanjikan perpenjangan hidup.
o   PENDEKATAN KEDUA: MENYESUAIKAN KEINGINAN SESEORANG DENGAN APA YANG IA MILIKI.
o   CONTOH: (1) jika seorang miskin dan mengingnkan kekayaan, maka penderitaan yang diakibatkannya dapat dilenyapkan dengan jalan MENYINGKIRKAN KEINGINANNYA akan kekayaan. (2) Pribadi yang menderita takut akan kematian oleh karena kerinduannya akan hidup kekal dapat melenyapkan penderitaan itu dengan jalan MENERIMA KEMATIAN SEBAGAI BAGIAN DARI HIDUP.
o   Pada dasarnya PENDEKATAN KEDUALAH YANG DITEKANKAN FILSAFAT INDIA, yaitu MENGONTROL AKAN KEINGINAN.
o   AKIBATNYA:  Filsafat India CENDERUNG BERPEGANG PADA DISIPLIN DIRI DAN KONTROL DIRI sebagai jalan untuk melenyapkan penderitaan.

C.    Pengetahuan Diri
o   Untuk dapat mendisiplin diri dan Kontrol diri maka perlu Pengetahuan akan diri (Self) DAN bagaimana mewujudkan kesempurnaan diri.
o   Ini merupakan salah satu keprihatinan dalam Filsafat India. BAHKAN MENJADI JANTUNG KEGIATAN FILOSOFIS INDIA.

D.    Visi – (Kata DHARSANA ada arti harafia Berarti VISI yang biasanya berarti FILSAFAT).  Dalam arti tekhnis, DHARSANA berarti APA YANG DILIHAT KETIKA REALITAS TERTINGGI DISELIDIKI.

o   Para Pelihat India (RESI) ketika mencari pemecahan atas penderitaan hidup, menyelidiki kondisi penderitaan dan menguji kodrat hidup manusia dan dunia dengan maksud untuk menemukan sebab-sebab penderitaan dan sarana untuk menghilangkan penderitaan.
o   Apa yang mereka temukan merupakan DHARSANA, yaitu FILSAFAT HIDUP MEREKA.

E.     Kebenaran
o   Tentu saja visi seseorang bisa salah; seseorang tidak boleh melihat hal-hal sebagaimana adanya.
o   Visi para filsuf harus diverifikasi dengan memberi bukti atas kebenarannya.
o   METODE PERTAMA: menggunakan metode logis – membandingkan dengan pandangan lain. (konsistensi).
o   METODE KEDUA: (DENGAN KESADARAN AKAN KETIDAKCUKUPAN LOGIKA) – (LEBIH PRAGMATIS) menghubungkan hal-hal yang bersifat teoretis tadi dengan DAMPAK PRAKTISNYA.
o   Para Filsuf India selalu berpegang bahwa PRAKSIS ADALAH UJIAN TERTINGGI KEBENARAN.
o   SEHINGGA: Visi Filosofis harus dipraktekkan – Hidup harus dihayati sesuai cita-cita Visi – Semakin baik Hidup dihayati, SEMAKIN DEKAT VISI MENCAPAI KEBENARAN YANG LENGKAP.
o   SEDERHANANYA: Tingkat kebenaran filosofis ditentukan menurut tingkat keringanan penderitaan. ATAU kebenaran sebuah pandangan ditentukan oleh mereka MEMPERBAIKI KUALITAS HIDUP.

F.     Agama dan Filsafat
o   FAKTOR di atas merupakan faktor pemersatu antara AGAMA dan Filsafat India.
o   Di barat Filsafat dan Agama terpisah, tetapi tidak di India.

G.    Fokus pada Self
o   Karena Filsafat India berawal dari penderitaan maka SUBJEK MANUSIA  daripada PENGALAMAN MANUSIA.
o   Self yang menderita selalu adalah Subjek, Jika tidak demikian maka ia dipandang benda (dan menjadi Objek).
o   DALAM UPANISHAD dan SAMKYA self yang tertinggi  dilukiskan sebagai  SUBJEK murni yang tidak pernah dapat menjadi OBJEK.
o   Kualitas Subjek inilah yang menjadi keprihatinan utama dalam pemikiran India.

H.    Pembebasan
o   Di atas segalanya, Filsafat India berusaha menemukan jalan untuk membebaskan self dari belenggu eksistensi yang tidak utuh dan terbatas yang menyebabkan penderitaan.
o   MENURUT UPANISHAD; Kekuatan besar BRAHMAN (kekauatan energi Rohaniah dan Self (ATMAN) pada dasarnya adalah sama.
o   Oleh karena kesatuan ini daya-daya yang dibutuhkan untuk mencapai pembebesan tersedia untuk setiap pribadi.
o   Penekanan pada Self, dalam UPANISHAD, VEDANTA DAN YOGA berarti bahwa kriteria filosofis yang relevan.

I.       Toleransi
o   Pengakuan akan keunikan perspektif masing-masing subjek bermuara pada sikap toleran yang
inklusif.
o   INTINYA: Walaupun tidak ada satu visipun yang dipandang mutlak benar, NAMUN di dalam tiap visi ada SEKILAS CAHAYA KEBENARAN.
o   Maka, Kebenaran Filososofis tidak berangkat dari SALAH KE BENAR TETAPI PARSIAL KE LENGKAP.

J.      Penekanan Moral
o   Veda dan Rita (Tata Aturan) mengakui adanya keadilan moral Universal.
o   Dunia dilihat sebagai satu panggung moral Akbar yang dituntun keadilan.
o   Setiap hal yang baik dan buruk mendapat hasil setimpal.
o   Oleh karena perbuatan baik manusia maka manusia itu menjadi baik, dan oleh karena perbuatan jahat maka manusia menjadi jahat.

K.    Karma
o   Prinsip penentuan diri melalui tindakan ini disebut KARMA.
o   Tujuan hidup tertinggi adalah MOKSA (PEMBEBASAN).
o   Pembebasan ini terjadi dari sebuah lingkaran ada lahir hidup penderitaan dan mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar