FILSAFAT
HINDU MASA KINI
v Kronologi Perkembangan Peristiwa dan Pemikir Hindu/India
|
Tahun (B.C)
|
Peristiwa dan Pemikir
|
|
2500 - 1500
|
Peradaban Indus
|
|
1500 - 1000
|
Awal Mula Veda, bahasa Sansekerta di India: Rig Veda, Artharva Veda
|
|
1200 - 800
|
Yayur Veda dan Sama Veda: Perang Mahabharata
|
|
800 - 400
|
Upanishad awal (Brihadaranyaka, Chandogya, Taittiriya); Epos Mahabharata
|
|
600 - 400
|
Perkembangan Jainisme, (Mahavira); awal mula Buddhisme (Buddha); Ramayana
(bentuk lisan).
|
|
500 - 300
|
India di bawah Chandra Gupta dan Askhoka; uraian-uraian tertulis tentang dharma, artha, kama; Yoga Sutra
Patanjali, Vedanta Sutra; Samkhya
awal
|
|
300 – 300 A.D.
|
Perkembangan sistem-sistem besar Filsafat India: Samkhya, Yoga, Mimamsa,
Vedanta, Nyaya, Vaisheshika, Jainisme, Buddhisme dan Carvaka
|
|
300 - 800
|
Periode komentar-komentar besar terhadap sistem filosofis yang
bermacam-macam; Guadapada (500-an); Shankara (700-an); permulaan Islam (612)
|
|
1000 - 1500
|
India di bawah pengaruh kekuasaan muslim: Ibn Sina (981-1037); Al Ghazali
(1059-1111); Ibn Arabi (1165-1240); Perkembangan Filsafat Theistis dari
Vaishnavisme dan Shaivisme Ramanuja (1100-an); Madhva (1200-an); Kabir
(1440-1518)
|
|
1500 - 1700
|
Guru Nanak (1449-1538), pendiri Sikhisme; Akbar (1556-1605); Shaikh Ahmad
(1564-1624)
|
|
1700 - 1900
|
Kolonisasi di bawah kekuasaan Barat; Ram
Mohun Roy (1772-1833), pendiri masyarakat Brahmo; Dayananda Saraswati
(1824-1883), pendiri masyarakat Arya; Ramakrishna (1836-1886)
|
|
1850 -2000
|
R. Tagore (1861-1941); Gandhi (1869-1948); Aurobindo Ghose 1872-1950);
Mohammad Iqbal (1877-1938); Sarvepalli Radhakrishnan (1888-1975); Kemerdekaan
India (1947).
|
v POKOK-POKOK DOMINAN DALAM FILSAFAT HINDU/INDIA:
o
Sejak
awal, dalam refleksi resi Veda (pemikir/filsuf Weda) pada ribuan tahun lalu
hingga kini, Filsafat Hindia menghadirkan sebuah kekayaan yang luar biasa.
o
Hal
itu disertai pula dengan KERUMITAN dan KERAGAMAN pandangannya.
o
Hal
ini menyebabkan sangat sulit meringkaskan filsafat India melalui sebuah
generalisasi yang sederhana.
o
Meski
demikian, dalam KONTEKS MODERN filsafat India ini dapat dikenal berdasarkan
corak-corak tertentu yang dominan pada pemikiran yang berpengaruh terhadap
kehidupan masyarakat.
A.
Karakter Praktis:
o
Selain
kekayaan dan keluasan pengertian, corak pemikiran India yang paling menarik
perhatian adalah karakternya yang praktis.
o
Sejak
awal, upaya para bijak India adalah berupaya untuk memperbaiki hidup.
o
Ketika
dikonfrontasikan dengan penderitaan fisik, mental dan rohani, mereka berupaya
untuk memhami posisi manusia dalam alam semesta agar dapat menghapus
penderitaan itu.
o
Ada
dua pendekatan yang berbeda secara mendasar terhadap problem penderitaan
o
Kedua
pendekatan itu mengakui bahwa penderitaan merupakan akibat dari jurang antara SIAPA
DIRINYA dan APA YANG DIA MILIKI; antara SEPERTI APA DIA INGIN MENJADI dan APA
YANG IA INGIN MILIKI.
o
Jika
tidak ada perbedaan antara SIAPA DIRINYA dan APA YANG DIA MILIKI; antara
SEPERTI APA DIA INGIN MENJADI dan APA YANG DIA INGIN MILIKI, maka Tidak akan
Ada Penderitaan.
o
NAMUN,
ketika ada pembedaan itu, maka penderitaan tak terelakkan karena kerinduan
seorang tidak terpuaskan.
o
Pemecahan
untuk persoalan itu tampak Jelas, yaitu APA YANG ADA dan APA YANG DIINGINKAN
HARUS DIBUAT IDENTIK.
B.
Disiplin Diri
o
BAGAIMANA
HAL DI ATAS DAPAT DICAPAI?
o
Pendekatan
untuk mencapainya adalah MENCOBA MENCAPAI APA YANG DIINGINKAN.
o
CONTOH:
(1) Pribadi yang MENGINGINKAN KEKAYAAN MENCOBA MENUMPUK KEKAYAAN. (2) Pribadi
yang INGIN TIDAK MATI AKAN MENDUKUNG RISET MEDIS DAN TEKNOLOGIS yang
menjanjikan perpenjangan hidup.
o
PENDEKATAN
KEDUA: MENYESUAIKAN KEINGINAN SESEORANG DENGAN APA YANG IA MILIKI.
o
CONTOH:
(1) jika seorang miskin dan mengingnkan kekayaan, maka penderitaan yang
diakibatkannya dapat dilenyapkan dengan jalan MENYINGKIRKAN KEINGINANNYA akan
kekayaan. (2) Pribadi yang menderita takut akan kematian oleh karena
kerinduannya akan hidup kekal dapat melenyapkan penderitaan itu dengan jalan
MENERIMA KEMATIAN SEBAGAI BAGIAN DARI HIDUP.
o
Pada
dasarnya PENDEKATAN KEDUALAH YANG DITEKANKAN FILSAFAT INDIA, yaitu MENGONTROL
AKAN KEINGINAN.
o
AKIBATNYA: Filsafat India CENDERUNG BERPEGANG PADA
DISIPLIN DIRI DAN KONTROL DIRI sebagai jalan untuk melenyapkan penderitaan.
C.
Pengetahuan Diri
o
Untuk
dapat mendisiplin diri dan Kontrol diri maka perlu Pengetahuan akan diri (Self)
DAN bagaimana mewujudkan kesempurnaan diri.
o
Ini
merupakan salah satu keprihatinan dalam Filsafat India. BAHKAN MENJADI JANTUNG
KEGIATAN FILOSOFIS INDIA.
D.
Visi – (Kata DHARSANA ada arti harafia
Berarti VISI yang biasanya berarti FILSAFAT).
Dalam arti tekhnis, DHARSANA berarti APA YANG DILIHAT KETIKA REALITAS
TERTINGGI DISELIDIKI.
o
Para
Pelihat India (RESI) ketika mencari pemecahan atas penderitaan hidup,
menyelidiki kondisi penderitaan dan menguji kodrat hidup manusia dan dunia
dengan maksud untuk menemukan sebab-sebab penderitaan dan sarana untuk
menghilangkan penderitaan.
o
Apa
yang mereka temukan merupakan DHARSANA, yaitu FILSAFAT HIDUP MEREKA.
E.
Kebenaran
o
Tentu
saja visi seseorang bisa salah; seseorang tidak boleh melihat hal-hal
sebagaimana adanya.
o
Visi
para filsuf harus diverifikasi dengan memberi bukti atas kebenarannya.
o
METODE
PERTAMA: menggunakan metode logis – membandingkan dengan pandangan lain.
(konsistensi).
o
METODE
KEDUA: (DENGAN KESADARAN AKAN KETIDAKCUKUPAN LOGIKA) – (LEBIH PRAGMATIS) menghubungkan
hal-hal yang bersifat teoretis tadi dengan DAMPAK PRAKTISNYA.
o
Para
Filsuf India selalu berpegang bahwa PRAKSIS ADALAH UJIAN TERTINGGI KEBENARAN.
o
SEHINGGA:
Visi Filosofis harus dipraktekkan – Hidup harus dihayati sesuai cita-cita Visi
– Semakin baik Hidup dihayati, SEMAKIN DEKAT VISI MENCAPAI KEBENARAN YANG
LENGKAP.
o
SEDERHANANYA:
Tingkat kebenaran filosofis ditentukan menurut tingkat keringanan penderitaan.
ATAU kebenaran sebuah pandangan ditentukan oleh mereka MEMPERBAIKI KUALITAS
HIDUP.
F.
Agama dan Filsafat
o
FAKTOR
di atas merupakan faktor pemersatu antara AGAMA dan Filsafat India.
o
Di
barat Filsafat dan Agama terpisah, tetapi tidak di India.
G.
Fokus pada Self
o
Karena
Filsafat India berawal dari penderitaan maka SUBJEK MANUSIA daripada PENGALAMAN MANUSIA.
o
Self
yang menderita selalu adalah Subjek, Jika tidak demikian maka ia dipandang
benda (dan menjadi Objek).
o
DALAM
UPANISHAD dan SAMKYA self yang tertinggi
dilukiskan sebagai SUBJEK murni
yang tidak pernah dapat menjadi OBJEK.
o
Kualitas
Subjek inilah yang menjadi keprihatinan utama dalam pemikiran India.
H.
Pembebasan
o
Di
atas segalanya, Filsafat India berusaha menemukan jalan untuk membebaskan self
dari belenggu eksistensi yang tidak utuh dan terbatas yang menyebabkan
penderitaan.
o
MENURUT
UPANISHAD; Kekuatan besar BRAHMAN (kekauatan energi Rohaniah dan Self (ATMAN)
pada dasarnya adalah sama.
o
Oleh
karena kesatuan ini daya-daya yang dibutuhkan untuk mencapai pembebesan
tersedia untuk setiap pribadi.
o
Penekanan
pada Self, dalam UPANISHAD, VEDANTA DAN YOGA berarti bahwa kriteria filosofis
yang relevan.
I.
Toleransi
o
Pengakuan
akan keunikan perspektif masing-masing subjek bermuara pada sikap toleran yang